Dapatkan jawaban dari para ahli sekarang.
Yuk, langsung daftar. Gratis kok!
0 voting
13 tayangan
ditanya di Cek Harga oleh
karena saya ingin mengetahunya

1 Jawaban

0 voting
dijawab oleh petualang (221 poin)
Amerika Serikat, Singapura, dan Australia memang sama-sama dolar mata uang (dasar) nya, tapi nilai-nya tetap sendiri-sendiri. Simbolnya juga beda kok, USD, SGD, dan AUD. Ada juga negara lain yang pake dolarnya sendiri dan tentunya beda lagi nilainya, contohnya Hong Kong dengan HKD-nya.

====

Negara berbeda punya mata uang yang berbeda juga, karena tingkat inflasi di tiap-tiap negara juga beda. Tingkat inflasi selalu menyesuaikan dengan apresiasi atau depresiasi mata uang. Teori dasarnya namanya Purchasing Power Parity (PPP) yang membahas tentang penentuan nilai tukar mata uang.

Contoh: sebuah varian burger dari McD (yang asalnya dari Amerika) dijual di Amrik seharga USD 1 dan dijual di Indonesia seharga Rp10.000. Kasarannya, nilai tukar jadi USD 1/IDR 10.000 kalo berdasarkan PPP. Nah satu tahun kemudian, kalo harga burger di Amrik naik jadi $2 dan harga di Indo tetep, jadi nilai tukar ganti ke USD 2/IDR 10.000.

Nilai inflasi biasanya beda-beda di tiap negara karena ya tiap negara itu unik, prosentase pertumbuhan ekonominya beda-beda, kebiasaan beli-beli/konsumsi nya beda, kondisi demografis juga beda.

Karena saya sendiri juga bukan dari background ekonomi dan cuma baca2 soal ekonomi secara otodidak, jadi belum bisa kasih penjelasan yang lebih bagus lagi.

Selamat datang!

Wajib baca :D

  1. Buat pertanyaan sejelas mungkin & pilih kategori yang sesuai.
  2. Jawablah juga pertanyaan dari member lain.
  3. Naik pangkat dan dapatkan hadiah dari kami!
...